kotak search

Rabu, 29 Januari 2014

Penyakit Flu dan Pilek

1.      Flu (Influenza)
Hampir semua orang pernah mengalami penyakit ini. Penyakit ini trmasuk penyakit menular, bila seseorang terkena flu, maka mudah orang yang berada di sekitarnya di hinggapi penyakit ini.
Penyakit influenza (flu) disebabkan oleh virus RNA dari family Orthomyxoviridae (virus influenza). Penyakit flu ditularkan lewat udara yang berhembus. Influenza juga dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan tinja burung atau ingus, atau melalui kontak dengan permukaan yang telah terkontaminasi. Bila virus influenza menyerang seseorang biasanya diikuti oleh rasa demam, hidung tersumbat, kadang-kadang diikuti oleh salesma atau cairan yang selalu mengalir dari lubang hidung. Gejala yang paling umum dari penyakit ini adalah menggigil, demam, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala berat, batuk, kelemahan, dan rasa tidak nyaman secara umum.
Pengobatan flu yang utama adalah istirahat, tirah baring di tempat tidur, minum banyak air dan hindari kelelahan. Tirah baring sebaiknya dilakukan segera setelah gejala timbul sampai 24-48 jam setelah suhu tubuh kembali normal.
Untuk pencegahannya dapat di lakukan dengan cara:
1.      vaksinasi yang dilakukan setiap tahun.
2.      Perkuat kekebalan tubuh
3.      Rajin basuh tangan dengan sabun
4.      Hindari paparan udara dingin
5.      Sering berkumur-kumur
6.      Jaga jarak dengan orang yang menderita flu

2.      Pilek (nasofaringitis, rinofaringitis, koriza akut, atau selesma)

Pilek adalah tersumbatnya rongga hidung akibat infeksi saluran pernafasan bagian atas. Kndisi ini di sebabkan oleh bermacam-macam jenis virus. Lebih dari dua ratus virus dapat menjadi penyebab pilek. Rhinovirus merupakan penyebab paling umum penyakit tersebut. Rhinovirus adalah virus yang memiliki RNA dan merupakan bagian dari famili Picornaviridae.  
Gejala pilek yang paling sering timbul termasuk batuk, hidung meler, hidung tersumbat, dan sakit tenggorokan. Gejala lainnya bisa berupa nyeri otot (mialgia), sakit badan ringan, sakit kepala, dan hilangnya nafsu makan. Warna mukus yang dikeluarkan saat batuk dari saluran pernapasan bagian bawah (dahak) berbeda-beda, mulai dari kuning hingga hijau. Warna mukus tidak dapat mengindikasikan apakah penyebab infeksi tersebut adalah bakteri atau virus
Pilek biasanya diawali dengan sakit badan ringan, perasaan kedinginan, bersin-bersin, dan sakit kepala. Gejala lainnya seperti hidung meler dan batuk terjadi setelah dua hari atau lebih. Secara umum, gejala mencapai puncaknya pada hari kedua hingga hari ketiga setelah infeksi terjadi. Gejala biasanya mereda setelah tujuh hingga sepuluh hari, namun gejala tersebut dapat berlangsung hingga tiga minggu. Batuk berlangsung hingga lebih dari sepuluh hari pada 35% hingga 40% kasus yang melibatkan anak-anak. Batuk berlanjut hingga lebih dari 25 hari pada 10% kasus yang melibatkan anak-anak.
Virus pilek biasanya ditularkan dengan satu cara dari dua cara penularan utama. Menghirup atau menelan droplet di udara yang mengandung virus. Atau terkena ingus yang terinfeksi atau objek yang terkontaminasi. Orang yang duduk berdekatan mungkin paling berisiko terinfeksi virus tersebut. Penularan sering terjadi di tempat penitipan anak dan di sekolah karena anak-anak berdekatan dan di antara mereka terdapat anak-anak dengan kekebalan tubuh yang rendah dan kebersihan yang buruk. Infeksi tersebut kemudian terbawa ke rumah dan menular ke anggota lain di dalam keluarga. Tidak terdapat bukti bahwa udara yang disirkulasi ulang selama berada di dalam pesawat komersial dapat menularkan virus. Pilek yang disebabkan oleh rhinovirus sangat mudah menginfeksi selama tiga hari pertama timbulnya gejala, kemudian menjadi tidak terlalu menular setelahnya.
Untuk mencegah pilek dapat dilakukan dengan cara:
1.      Sering mencuci tangan dengan sabun
2.      Menggunakan masker penutup muka ketika berdekatan dengan orang yang terkena penyakit pilek
3.      Konsumsi suplemen Zinc
4.      Jaga pula lingkungan agar tetap bersih.



Sabtu, 25 Januari 2014

penyebab dan pengobatan sariawan

Faktor Penyebab Sariawan

Beberapa faktor yang mengakibatkan penyakit sariawan adalah seperti luka tergigit, konsumsi makanan yang terlalu panas atau minuman panas, alergi, kurang mengonsumsi vitamin C, tidak menjaga kebersihan mulut, kekurangan zat besi, kondisi tubuh yang memang tidak fit dan lain sebagainya. Tidak hanya karena kekurangan vitamin C, tetapi stomatitis aftosa juga bisa disebabkan oleh alergi terhadap Citrus atau makanan yang mengandung asam, obat-obat tertentu dan trauma fisik seperti pemakaian gigi palsu.
Namun, perlu Anda ketahui juga bahwa sariawan yang terjadi terlalu lama yakni yang terjadi sampai satu bulan ternyata merupakan pertanda penyakit kanker rongga mulut. Selain itu, penyakit kekurangan vitamin C juga ditandai dengan gusi yang sangat gampang berdarah dan pendarahan kulit.
Anda sering mengalami penyakit sariawan? Sebenarnya Anda pun bisa menghindari penyakit sariawan ini dengan beberapa tips dan cara berikut ini:
  1. Menjaga kebersihan mulut karena sariawan disebabkan oleh mulut yang tidak bersih sehingga bersarang kuman dan bakteri. Penyakit sariawan pun adalah penyakit sistemik, oleh karena itu menjaga kebersihan mulut adalah caranya untuk meminimalisir penyakit tersebut.
  2. Jika Anda bisa mengidap sariawan karena alergi terhadap suatu makanan tertentu maka sebaiknya hindari untuk mengonsumsi makanan dan minuman penyebab alergi tersebut.
  3. Perbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan lain serta makanan yang mengandung asam folat, zat besi dan vitamin B12 untuk menghindari penyakit sariawan.
  4. Pada faktanya stres dapat memicu sariawan, oleh karena itu sebaiknya hindari stres berlebihan.
  5. Hindari trauma pada rongga mulut dengan menyikat gigi dengan cara yang benar bukan keras agar tidak timbul trauma. Selain itu, jika bisa hindari agar mulut tidak tergigit.

Cara Mengobati Sariawan

Jika Anda sudah mengalami sariawan. Apalagi memang penyakit sariawan hampir dipastikan pernah terjadi. Untuk mengobatinya, Anda bisa mencoba obat alami. Salah satu obat alami tersebut adalah daun sirih. Hal ini disebabkan oleh daun sirih yang memiliki kandungan antioksidan yang dapat membunuh kuman. Nah, caranya adalah seperti berikut ini:
  • Merebus terlebih dahulu daun sirih tersebut yang diberi sedikit garam, kemudian Anda bisa berkumur dengan air rebusan tersebut.
  • Anda bisa mengunyah langsung daun sirih tersebut.
  • mengkonsumsi vitamin c
  • oleskan campurn minyak kelapa dengan madu
  • kunyah beberapa lembar daun jambu biji
  • berkumur dengan air perasan jambu air
Solusi alami untuk sariawan: Minyak kelapa Minyak kelapa memiliki sifat anti-bakteri. Anda bisa mencampurkan minyak kelapa dengan madu. Oleskan ramuan tersebut pada mulut yang sariawan tiga kali sehari. Berkumur air garam Campurkan air hangat dengan garam, Berkumurlah dengan air garam tiga kali sehari agar sariawan cepat hilang. Kandungan garam dapat menarik cairan pada luka sariawan sehingga mempercepat penyembuhan. Tomat Konsumsi tomat mentah atau jus tomat karena kandungan vitamin C di dalamnya tinggi. Kunyit Oleskan pasta yang terbuat dari tumbukan kunyit yang telah dicampur dengan satu sendok teh gliserin. Jaga kesehatan mulut Anda dengan makanan bernutrisi agar tidak mudah sariawan.

Rabu, 15 Januari 2014

Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Sejarah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 
 

Maulid Nabi tidak pernah diperingati pada masa Nabi shallallahu `alaihi wasallam hidup dan tidak juga pada masa pemerinta han khulafaur rasyidin. Pertama, tradisi Maulid pertama kali diadakan oleh khalifah Mu’iz li Dinillah, salah seorang khalifah dinasti Fathimiyyah di Mesir yang hidup pada tahun 341 Hijriyah. Kemudian, perayaan Maulid dilarang oleh Al-Afdhal bin Amir al-Juyusy dan kembali marak pada masa Amir li Ahkamillah tahun 524 H.

 Pendapat ini juga dikemukakan oleh Al-Sakhawi (w. 902 H), walau dia tidak mencantumkan dengan jelas tentang siapa yang memprakarsai peringatan Maulid saat itu. Kedua, Maulid diadakan oleh khalifah Mudhaffar Abu Said pada tahun 630 H yang mengadakan acara Maulid besar-besaran.
Saat itu, Mudhaffar sedang berpikir tentang cara bagaimana negerinya bisa selamat dari kekejaman Temujin yang dikenal dengan nama Jengiz Khan (1167-1227 M.) dari Mongol. Jengiz Khan, seorang raja Mongol yang naik tahta ketika berusia 13 tahun dan mampu mengadakan konfederasi tokoh-tokoh agama, berambisi menguasai dunia. Untuk menghadapi ancaman Jengiz Khan itu Mudhaffar mengadakan acara Maulid. Tidak tanggung-tanggung, dia mengadakan acara Maulid selama 7 hari 7 malam. Dalam acara Maulid itu ada 5.000 ekor kambing, 10.000 ekor ayam, 100.000 keju dan 30.000 piring makanan.
 Acara ini menghabiskan 300.000 dinar uang emas. Kemudian, dalam acara itu Mudhaffar mengundang para orator untuk menghidupkan nadi heroisme Muslimin. Hasilnya, semangat heroisme Muslimin saat itu dapat dikobarkan dan siap menjadi benteng kokoh Islam. Sejatinya, dua pendapat di atas sama-sama benar.
Alasannya, karena peringatan Maulid tidak pernah ada sebelum abad ketiga dan diadakan pertama kali oleh Mu’iz li Dinillah, dan ini hanya bertempat di Kairo dan masih belum tercium ke lain daerah. Sedangkan Mudhaffar adalah orang pertama yang memperingati Maulid di Irbil, yang dari Mudhaffar inilah peringatan Maulid mendunia.
MAULID DAN JIHAD
Pada masa Islam sedang mendapat serangan-serangan gelombang demi gelombang dari berbagai bangsa Eropa (Prancis, Jerman, Inggris). Inilah yang dikenal dengan Perang Salib atau The Crusade. Perang salib I digelorakan oleh Paus Urban II.
Pada tahun 1099 laskar Eropa merebut Yerusalem dan mengubah Masjid al-Aqsa menjadi gereja! Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan (jihad) dan persaudaraan (ukhuwah), sebab secara politis terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan, meskipun khalifah tetap satu, yaitu Bani Abbas di Bagdad, sebagai lambang persatuan spiritual
Menurut Salahuddin, semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada nabi mereka. Dia mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad saw., 12 Rabiul Awal, yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati, kini dirayakan secara massal. Sebenarnya hal itu bukan gagasan murni Salahuddin, melainkan usul dari iparnya, Muzaffaruddin Gekburi, yang menjadi atabeg (semacam bupati) di Irbil,
Suriah Utara. Untuk mengimbangi maraknya peringatan Natal oleh umat Nasrani, Muzaffaruddin di istananya sering menyelenggarakan peringatan maulid nabi, cuma perayaannya bersifat lokal dan tidak setiap tahun. Adapun Salahuddin ingin agar perayaan maulid nabi menjadi tradisi bagi umat Islam di seluruh dunia dengan tujuan meningkatkan semangat juang, bukan sekadar perayaan ulang tahun biasa.
Pada mulanya gagasan Salahuddin ditentang oleh para ulama, sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua, yaitu Idulfitri dan Iduladha. Akan tetapi Salahuddin menegaskan bahwa perayaan maulid nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama, bukan perayaan yang bersifat ritual, sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang.
Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari Khalifah An-Nashir di Bagdad, ternyata khalifah setuju. Maka pada ibadah haji bulan Zulhijjah 579 Hijriyah (1183 Masehi), Sultan Salahuddin al-Ayyubi sebagai penguasa Haramain (dua tanah suci Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji, agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada, bahwa mulai tahun 580 Hijriah (1184 Masehi) tanggal 12 Rabiul-Awwal dirayakan sebagai hari maulid nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam.
Salah satu kegiatan yang diadakan oleh Sultan Salahuddin pada peringatan maulid nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 Hijriah) adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far al-Barzanji. Karyanya yang dikenal sebagai Kitab Barzanji sampai sekarang sering dibaca masyarakat di kampung-kampung pada peringatan maulid nabi. Ternyata peringatan maulid nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan, sehingga pada tahun 1187 (583 Hijriah) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa, dan Masjid al-Aqsa menjadi masjid kembali sampai hari ini.